Aqiqah Jakarta

Belum Aqiqah Sampai Dewasa, Apa Hukumnya ?

Anisa Fauziah | 14 September 2021 12:00

Anisa Fauziah | 14 September 2021 12:00

Ada anak yang belum pernah diaqiqahkan oleh orangtuanya sampai dia dewasa bahkan sudah memiliki anak, bagaimana menyikapinya ?


Pertama untuk orangtuanya, karena akikah menurut pendapat yang lebih kuat hukumnya sunah muakkad (ditekankan) dan yang mengaqiqahkan adalah bapak. Maka, tidak wajib bagi ibunya atau anak yang diakikahi untuk menunaikannya.

Namun jika Akikah belum ditunaikan, sunah akikah tidak gugur, meskipun si anak sudah balig. Apabila seorang bapak sudah mampu untuk melaksanakan akikah, maka dia dianjurkan untuk memberikan akikah bagi anaknya yang belum diakikahi tersebut.


Kedua untuk anaknya, k jika sampai baligh ayahnya tidak mengaqiqahkan, lalu anaknya sudah dewasa dan memiliki uang apakah perlu aqiqah untuk diri sendiri ?


Ada yang berpendapat tidak perlu ada lagi yang lebih kuat menganjurkan aqiqah sendiri. Berikut beberapa pendapatnya.


Ibnu Qudamah mengatakan, “Jika dia belum diakikahi sama sekali, kemudian balig dan telah bekerja, maka dia tidak wajib untuk mengakikahi dirinya sendiri.”

Imam Atha dan Hasan Al-Bashri mengatakan, “Dia boleh mengakikahi diri sendiri, karena akikah itu dianjurkan baginya, dan dia tergadaikan dengan akikahnya. Karena itu, dia dianjurkan untuk membebaskan dirinya.”

Sementara menurut pendapat kami, akikah disyariatkan untuk dilakukan bapak. Oleh karena itu, orang lain tidak perlu menggantikannya….” (Al-Mughni, 9:364).

Abdul Malik pernah bertanya kepada Imam Ahmad, “Bolehkah dia berakikah ketika dewasa?” Ia menjawab, “Saya belum pernah mendengar hadis tentang akikah ketika dewasa sama sekali.” Abdul Malik bertanya lagi, “Dulu bapaknya tidak punya, kemudian setelah kaya, dia tidak ingin membiarkan anaknya sampai dia akikahi?” Imam Ahmad menjawab, “Saya tidak tahu. Saya belum mendengar hadis tentang akikah ketika dewasa sama sekali.” kemudian Imam Ahmad mengatakan, “Siapa yang melakukannya maka itu baik, dan ada sebagian ulama yang mewajibkannya.” (Tuhfatul maudud, Hal. 87 – 88)


Referensi: https://konsultasisyariah.com/8160-hukum-akikah-ketika-sudah-dewasa.html


Syekh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan, “Pendapat pertama yang lebih utama, yaitu dianjurkan untuk melakukan akikah untuk diri sendiri. Karena akikah sunah yang sangat ditekankan. Bilamana orang tua anak tidak melaksanakannya, disyariatkan untuk melaksanakan akikah tersebut jika telah mampu. Ini berdasarkan keumuman banyak hadis, diantaranya, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويسمى

“Setiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelih pada hari ketujuh, dicukur, dan diberi nama.”

Diriwayatkan Imam Ahamd, Nasa’i, Abu Daud, Turmudzi, dan Ibn Majah, dari Samurah bin Jundub radliallahu ‘anhu dengan sanad yang shahih.



referensi : konsultasisyariah.com


Konsultasi Aqiqah silakan wa ke 0811 80 12 10

Aqiqah Reguler mulai 1.499k menu pilihan olahan sate, semur, teriyaki, gulai, tongseng, tengkleng (Gratis Ongkir Sejabodetabek)

Aqiqah Premium mulai 3.000k menu utama rendang dalam kemasan kaleng (Gratis Ongkir Seindonesia)


Gratis undangan digital

Video penyembelihan

Suvenir menarik

Sertifikat dan buku risalah aqiqah

Akun instagram kami : www.instgram.com/kisahbunda.id